Jelang Schalke vs Madrid - 'Si Putih' Punya Ancelotti untuk Akhiri Jinx di Jerman

REUTERS/Ina FassbenderBerita Bola Gelsenkirchen - Real Madrid punya rekor sangat buruk di tanah Jerman. Jelang laga kontra Schalke 04, Los Blancos berharap tuah Carlo Ancelotti untuk akhiri jinx tersebut.

Madrid akan melakoni leg pertama babak 16 besar di Veltins Arena dinihari WIB nanti dan Schalke akan jadi lawannya, sebelum dua pekan kemudian gantian menjamu di Santiago Bernabeu.

Meski sedang dalam tren positif pasca pergantian tahun yang berujung dengan puncak klasemen, unggul tiga poin dari Barcelona dan Atletico Madrid, namun mereka patut waspada terkait kandang klub-klub Jerman yang tak ramah.

Dari 25 kali kunjungan ke Jerman, Madrid kalah 18 kali dan hanya menang sekali yakni 3-2 atas Bayer Leverkusen di 2000/2001. Dalam enam kunjungan terakhirnya, Iker Casillas dkk selalu menelan kekalahan.

Boleh jadi bayang-bayang rekor buruk itu masih ada di benak sebagian besar para pemain, terlebih di semifinal musim lalu mereka kalah 1-4 dari Borussia Dortmund.

Namun, Madrid kali ini boleh optimistis bisa meraih kemenangan sekaligus memperbaiki catatan buruk itu dengan adanya Ancelotti di bench. Pelatih asal Italia kebetulan juga beberapa kali bertemu tim-tim Bundesliga di Kompetisi Eropa.

Dilansir dari situs resmi Madrid, ia sembilan kali bertemu dengan tim-tim Bundesliga, baik di Liga Chapions maupun Liga Europa, dengan rincian tiga kemenangan dan enam hasil imbang. Semuanya diraih saat melatih AC Milan.

"Aku tidak ingin memprediksi skor akhir laga itu, tapi aku pikir Real bisa mengakhiri rekor buruk mereka di Jerman," ujar eks pemain Schalke 04 yang kini memperkuat Spartak Moskow, Jose Jurado, seperti dilansir Marca.

Bisakah Ancelotti membawa Madrid menang?
(dtc/mrp) Sumber: detiksport

Puja-puji Piszczek buat Lewandowski


Alex Gottschalk/AFPBerita Bola St. Petersburg - Robert Lewandowski memastikan kemenangan Borussia Dortmund atas Zenit St. Petersburg dalam laga leg I babak 16 Besar Liga Champions. Lewandowski diharapkan meneruskan performa apiknya di sisa musim.

Penyerang internasional Polandia itu mengemas dua gol terakhir Dortmund saat mengatasi Zenit 4-2 di Stadion Petrovskij tadi malam.

Hasil ini praktis meringankan langkah runner-up musim lalu itu di leg kedua. Die Borussen kini cuma butuh minimal hasil seri saja untuk memastikan satu tempat di perempatfinal.

Dengan sepasang gol itu, Lewandowski menambah koleksi golnya di musim ini yang saat ini sudah mencapai 21 gol dalam 33 penampilannya di seluruh kompetisi.

Lewandowski dipastikan akan hijrah ke Bayern Munich di musim depan. Dortmund--sangat sulit bisa juara liga--berhasrat menuai prestasi di Liga Champions dan untuk mencapainya mengandalkan ketajaman Lewandowski.

"Robert adalah seorang pemain kelas dunia," seru bek kiri Dortmund Lukasz Piszczek, yang menciptakan assist atas gol pertama Lewandowski.

"Kami senang dia masih bersama kami dan berharap mudah-mudahan dia akan terus bermain sebagus ini dalam beberapa pekan ke depan," imbuh dia sebagaimana dilansir Uefa.com.

Kemenangan ini sekaligus menandai kebangkitan Dortmund pasca digebuk tim papan bawah Hamburg 0-3 di liga pada akhir pekan lalu.

"Kami harus menunjukkan sebuah reaksi setelah pertandingan di Hamburg, karena memang kami membuat banyak sekali kesalahan. Itu sungguh buruk buat kami tapi kami tahu kami punya sebuah laga penting yang akan datang dan benar-benar fokus dalam mendapatkan hasil yang sangat bagus dan kami berhasil," lugas kompatriot Lewandowski ini.
(dtc/rin) Sumber: detiksport
 

Schweinsteiger Ingin Cetak Sejarah di Liga Champions Bersama Bayern

AFP/Patrik StollarzBerita Bola Munich - Bayern Munich ada di posisi bagus di Liga Champions musim ini. Bastian Schweinsteiger pun berhasrat mencetak sejarah bersama Die Roten dengan mempertahankan trofi Liga Champions.

Sejak berganti ke format Liga Champions, belum ada satu tim pun yang berhasil meraih dua kali gelar juara di kompetisi tertinggi antarklub Eropa secara berurutan.

Bayern boleh dibilang mempunyai kans bagus untuk menjadi tim pertama yang meraihnya di musim ini. Sebabnya, bersama Josep Guardiola, FC Hollywood memang tampil bagus.

Di Bundesliga, Bayern belum pernah kalah dengan catatan 20 kali kemenangan dan dua hasil imbang dari 22 laga. Sementara di Piala Jerman, Thomas Mueller dkk. sudah menjejak ke babak semifinal dan bakal berhadapan dengan Kaiserslautern.

Sedangkan di Liga Champions, Bayern ada di posisi yang menguntungkan setelah memetik kemenangan 2-0 saat melawat ke kandang Arsenal di leg I babak perdelapanfinal.

Satu misi diusung oleh Schweinsteiger di Liga Champions musim ini. Dia ingin membawa Bayern menjadi tim pertama yang sukses mengangkat 'Si Kuping Besar' dua kali secara berurutan.

"Saya ingin membantu Bayern untuk mempertahankan gelar juara Liga Champions," kata Schweinsteiger di situs resmi klub.

"Belum ada tim yang pernah melakukan itu dan itu murni menjadi motivasi saya," imbuh pesepakbola 29 tahun itu.
(dtc/cas) Sumber: detiksport

Jelang Schalke vs Madrid - Madrid Waspadai Schalke yang Punya Perpaduan Pemain Pas

AFP/Norbert SchmidtBerita Bola Gelsenkircen - Real Madrid akan dijamu Schalke 04 guna melakoni laga leg I babak 16 besar Liga Champions. Carlo Ancelotti menyatakan bahwa El Real mewaspadai The Royal Blues yang mempunyai perpaduan pemain pas.

Laga antara Madrid melawan Schalke kan berlangsung di Veltins-Arena, Kamis (27/2/2014) dinihari WIB. Dalam laga itu, Los Blancos bisa menurunkan seluruh pemain terbaiknya.

Sebabnya, Cristiano Ronaldo yang tak bisa tampil di kompetisi domestik akibat larangan bertanding sebanyak tiga laga, bisa berlaga di ajang kasta tertinggi antarklub Eropa.

Kendati demikian, Ancelotti tetap mewaspadai potensi ancaman dari Schalke. Apalagi, Italiano itu mempunyai penilaian lebih pada tim besutan Jens Keller itu.

Perpaduan pemain muda seperti Max Meyer dan Julian Draxler, dan para pemain berpengalaman semisal Kevin Prince Boateng serta Klaas-Jan Huntelaar disebutnya sebagai komposisi tim yang pas.

"Mereka merupakan tim yang terorganisir dengan pemain muda yang sangat berkualitas. Kita akan melihat itu jika Meyer dan Draxler dimainkan besok," kata Ancelotti di As.

"Mereka juga memiliki pemain berpengalaman seperti Boateng dan Huntelaar. Mereka mungkin tidak spektakuler, tapi mereka solid dan mempunyai perpaduan yang bagus antara pengalaman dan pemain muda; mereka juga mempunyai sistem pertahanan yang bagus," imbuhnya.
(dtc/cas) Sumber: detiksport

Berapa Peluangmu Bermain Bola pada Level Internasional?

Berita Bola - Dari Albania sampai Zimbabwe, bermain untuk tim nasional negara sendiri adalah impian hampir seluruh bocah laki-laki (dan perempuan) di seluruh dunia.

Banyak perbincangan dan perdebatan mengenai cara untuk terpilih menjadi anggota timnas, yang kebanyakan membahas soal bakat dan pembinaan. Tapi kali ini saya akan mencoba mengesampingkan dua hal penting tersebut. Bukan karena tidak penting, tapi mari kita "keluar dari kotak" untuk melakukan hitung-hitungan.

Jika berbicara tentang menghitung peluang, maka ada baiknya kita istirahatkan pikiran kita dulu sejenak, karena kita akan membicarakan tentang angka-angka statistik.

Sebagai awal perjalanan tulisan ini, terlebih dahulu mari kita ke tempat yang terdekat dari kita: Tim nasional Indonesia.

Untuk bermain pada level timnas kita yang katanya prestasinya bobrok ini saja tentunya bukan perkara mudah. Butuh bakat dan latihan yang tekun untuk bisa sampai kepada level tim nasional senior.

Indonesia adalah salah satu negara yang sudah cukup lama bergabung dengan FIFA. Pertandingan pertama tim nasional Indonesia berlangsung pada 28 Maret 1921 melawan tim nasional Singapura di Batavia. Saat itu Indonesia berhasil menang dengan skor 1-0.

Berapa Pesaing Kita?

Dilihat dari sensus penduduk tahun 2011, ada banyak sekali manusia yang menghuni negara kita ini, yaitu 237.424.363 jiwa yang terbagi (tidak secara merata tentunya) dalam 34 provinsi. Dari jumlah yang terlampau banyak ini, 119.630.913 diantaranya adalah laki-laki dengan usia rata-rata 27,2 tahun.

Jika kita berasumsi bahwa 16 sampai 35 tahun adalah usia ideal untuk bermain sepakbola pada level internasional, maka kita dapat mendapatkan angka 41.870.819. Angka tersebut adalah jumlah jiwa yang harus dipertimbangkan oleh PSSI dalam menyeleksi pemain-pemain tim nasionalnya.

Dari sini saya akan sedikit berasumsi dan melakukan generalisasi dengan menggunakan contoh negara Inggris.

Kontras dengan Indonesia, seorang lelaki warga negara Inggris hanya harus bersaing dengan tujuh juta jiwa lainnya untuk mengenakan seragam The Three Lions. Dan peluang untuk masuk tim nasional tersebut akan semakin tinggi jika kita sudah memasukkan unsur-unsur seperti: tidak semua orang tertarik dengan sepakbola dan banyak diantara mereka tidak memiliki keahlian yang memenuhi standar.

Tapi hitung-hitungan peluang ini bukan melulu soal usia. Memilih posisi yang tepat jadi kunci bisa atau tidaknya kita dipanggil ke tim nasional.
Meskipun tidak ada batasan jumlah penjaga gawang yang bisa dipilih oleh sebuah negara dalam level internasional, para manajer secara tipikal akan memilih 3 orang. Arti kasarnya adalah akan ada sejumlah 627 kiper pada level internasional (3 dari masing-masing negara FIFA).

Dan posisi penjaga gawang inilah yang paling mudah ditembus oleh seseorang yang ingin terpilih masuk timnas.

Peluang Kita untuk Masuk Tim Nasional Indonesia

Sekarang, mari kembali ke perbandingan dengan Inggris. Dari sekitar 9.000 bocah yang masuk ke akademi sepakbola di Inggris pada tahun 2010, hanya 9% yang mendapatkan kesempatan bermain di level tim senior (first team) klubnya. Ini dengan catatan bahwa 78% yang gagal masuk tim senior masih juga bermain sepakbola secara profesional.

Pada tahun 2011, Tottenham Hotspur mengontrak secara profesional 10 bocah yang diseleksi dari 67 akademi setempat. Di atas kertas, statistik menunjukkan bahwa 10 bocah ini terpilih dari 6.000.000 yang tersedia, atau dalam kata lain 1 banding 600.000. Namun krusialnya, di antara anak-anak itu semua hanya 1 yang bermain sebagai penjaga gawang.

Sekarang kita aplikasikan model tersebut ke tim nasional kita, tentu masih sambil banyak berasumsi.

Dari 41.870.819 laki-laki yang bisa diseleksi untuk tim nasional Indonesia, hanya 3.806.438 yang bisa dikatakan cukup baik untuk memenuhi standar penjaga gawang, dengan 56.812,5 (atau satu banding 67) yang memenuhi standar sebagi penjaga gawang yang hebat.

Dengan standar 3 penjaga gawang akan dipilih oleh manajer untuk skuat tim nasional, maka peluang untuk terpilih sebagai penjaga gawang tentu akan "meningkat" yaitu jadi satu banding 18.937

Ini berarti, untuk masuk skuat tim nasional Indonesia sebagai penjaga gawang, kita harus bersaing dengan "hanya" 18.937 orang lainnya. Wow!
Hampir mustahil jika kita tidak memilki bakat dan bekerja keras. Belum lagi jika kita menghitung faktor keberuntungan.


Di Negara Mana Kira-Kira Saya Bisa Bermain?

Memang berat untuk masuk ke tim nasional Indonesia. Padahal, ketika masuk pun kita belum tentu akan bermain sebagai tim utama.

Sebenarnya ada cara lain bagi kita yang terobsesi untuk bermain sepakbola di level internasional. Ada sebuah jalur yang tidak murni berdasarkan pada kemampuan sepakbola kita. Bagaimana? Yaitu dengan cara memilih negara yang tepat sehingga bisa dilirik sebagai pemain naturalisasi. Dengan jalan ini, kita bisa menambah peluang untuk bermain sepakbola pada level internasional.

Jika Indonesia, yang sepakbolanya biasa-biasa saja ini, saja bukanlah "negara yang tepat", lalu negara apa itu?

Dari 209 negara yang terdaftar sebagai anggota FIFA, San Marino (bersama Bhutan dan Kepulauan Turks & Caicos) adalah negara dengan gelar negara terburuk. San Marino baru memenangkan satu pertandingan saja sepanjang sejarah, yaitu saat melawan Liechtenstein pada April 2004.

Jadi, jika kalian adalah pemuda dengan talenta sepakbola yang di atas rata-rata, tapi tinggal di negara dengan populasi yang banyak seperti Indonesia, San Marino bisa menjadi tujuan hidup kalian.

Peluang Bermain untuk San Marino

Berbeda dengan Indonesia, hanya terdapat 31.817 jiwa yang menghuni total 9 castelli di San Marino. Dari jumlah tersebut, 15.343 diantaranya adalah laki-laki dengan usia rata-rata 41,7 tahun.

Jika sama dengan perhitungan sebelumnya kita mengasumsikan usia 16-35 adalah usia ideal untuk membela tim nasional San Marino, maka akan terdapat 5.431 laki-laki yang tersisa.

Lalu, dengan formula yang sama pula, kita akan mendapatkan angka hanya ada 489 laki-laki yang bisa dinilai sesuai standar sebagai pesepakbola yang baik. Dari jumlah itu, hanya 7,29 laki-laki saja yang memenuhi standar sebagai penjaga gawang.

Kembali pada acuan standar ada 3 penjaga gawang yang biasa dibawa oleh manajer tim nasional. Maka, peluang seseorang untuk terpilih mengerucut menjadi satu banding 2,4. Itu artinya, kita "hanya" harus bersaing dengan maksimal 3 orang saja untuk bisa menjadi salah satu anggota penjaga gawang tim nasional San Marino. Lagi-lagi: Wow!

Semudah Itukah?

Jika kita lagi-lagi mengesampingkan bakat, maka masalah selanjutnya adalah: apakah semudah itu untuk memperoleh paspor kewarganegaraan San Marino?

Andaikan kalian beruntung untuk lahir di sana, atau orang tua kalian berasal dari sana, kalian mungkin akan mendapatkan kemudahan dalam perizinan. Namun, jika kalian sekonyong-konyong memang ingin pindah kewarganegaraan menjadi San Marino, urusannya akan jadi sangat panjang.

Kalian harus menyerahkan status kewarganegaraan kalian sepenuhnya kepada San Marino dan setidaknya sudah tinggal selama 30 tahun di negara. Hal itu terlihat jelas mustahil, bahkan jika sekarang kalian masih sangat muda sekalipun.

Untuk mendapatkan status kewarganegaraannya saja kalian harus membuang banyak waktu, sehingga tidak ada cukup waktu untuk bermain pada level internasional bersama tim nasional San Marino.

Tapi, jika memang benar-benar berniat melakukan hal ini, setidaknya kalian akan memberikan kesempatan untuk keturunan kalian untuk bermain sepakbola pada level tertinggi... bersama negara level terendah.

Menunggu Seedorf Mulai Menukangi Rossoneri

Dean Mouhtaropoulos/Getty ImagesBerita Bola Milan - Tadinya Clarence Seedorf diperkirakan bakal menjadi pelatih AC Milan musim depan. Tapi kini, setelah Massimiliano Allegri dipecat, dia dipastikan bakal datang lebih cepat.

Nama Seedorf sebagai calon allenatore Milan bahkan sudah lama muncul ketika Allegri masih dalam posisi yang gamang. Selain eks pemain internasional Belanda itu, ada juga nama alumnus Rossoneri yang lain: Filippo Inzaghi, yang saat ini menangani tim muda.

Hingga kini belum ditetapkan apakah Seedorf akan segera diresmikan sebagai pelatih baru Milan, walaupun kansnya diyakini sangat besar. Yang jelas, setelah mengumumkan pemecatan Allegri kemarin, Milan hanya mengatakan bahwa Mauro Tassotti akan tetap menjadi asisten pelatih sampai musim ini selesai.

Menurut Gazzetta dello Sport, Milan sudah bersepakat dengan Seedorf. Urusan yang tersisa tinggal formalitas beberapa hal saja, termasuk siapa-siapa saja yang akan dilibatkan Seedorf dalam tim kepelatihannya.

Pria 37 tahuni tu konon ingin mengajak sesama mantan pemain Milan, yaitu Hernan Crespo dan Jaap Stam, untuk membantunya. Selain itu, durasi kontrak pertamanya adalah dua setengah tahun, alias sampai Juni 2016.

Sementara itu, Tassotti akan memimpin tim untuk pertandingan besok (15/1) malam, babak 16 besar Coppa Italia melawan Spezia di San Siro. Hanya saja, pria 53 tahun itu, yang selalu menjabat asisten pelatih Milan sejak 2001, diperkirakan akan meletakkan jabatannya itu setelah musim ini selesai.
(dtc/a2s) Sumber: detiksport

Platini: Tahun Depan dan Depannya Lagi Masih Messi atau Ronaldo

AFP/Fabrice CoffriniBerita Bola Zurich - Sorotan mengenai ukuran seseorang berhak menyandang predikat pemain terbaik dunia masih terjadi. Kekalahan Franck Ribery tahun ini salah satu titik perhatiannya.

Ribery, walaupun memenangi tiga gelar besar bersama Bayern Munich di musim lalu, plus Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antarklub pada Desember lalu, hanya berada di tempat ketiga dalam bursa FIFA Ballon d'Or 2013. Ia masih di bawah Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.

Presiden UEFA Michel Platini bukannya tidak merasa Ronaldo tidak pantas memenanginya. Namun, kegagalan Ribery membuktikan bahwa kesuksesan tim sepertinya tidak terlalu dianggap.

"Ronaldo adalah pemenang Ballon d'Or yang indah. Tapi saya sangat kecewa untuk Franck Ribery," ujarnya kepada harian L'Equipe.

"Serius. Tahun depan atau tahun depannya lagi, (predikat) ini akan kembali ke Messi atau Ronaldo lagi. Selama 50 tahun, saya pikir Ballon d'Or menghitung hasil dan titel. Tapi sekarang tidak lagi."

Platini, yang berpaspor Prancis seperti halnya Ribery, mengingatkan kasus di tahun 2010. Ketika Spanyol menjuarai Piala Dunia, tetap saja bukan pemain mereka yang didapuk sebagai pesepakbola terbaik dunia.

"Ini sesuatu yang terjadi di Ballon d'Or sejak bergabung dengan FIFA," imbuhnya.

FIFA dan Ballon d'Or yang digagas majalah France Football bergabung sejak 2010. Sebelumya, masing-masing memiliki anugerah sendiri-sendiri.
(dtc/a2s) Sumber: detiksport