Ronaldo Tak Kuasa Menahan Haru Usai Hentikan Dominasi Messi


Getty ImagesBerita Bola Zurich - Dominasi Lionel Messi di FIFA Ballon d'or baru saja terhenti. Gelar itu kini pindah ke tangan rival berat Messi, Cristiano Ronaldo, yang terlihat amat emosional ketika menerima penghargaan.

Messi, yang bermain untuk Barcelona dan tim nasional Argentina, sebelumnya sudah menyabet tiga gelar terakhir FIFA Ballon d'Or (2010, 2011, 2012). Rentetan itu bahkan bertambah satu tahun lagi (2009) jika mengikutsertakan format sebelumnya ketika penghargaan Ballon d'Or dan Pemain Terbaik FIFA belum dilebur jadi satu ajang.

Ronaldo, bintang Portugal yang bermain untuk Real Madrid, kali ini jadi pemenang dan tak lagi cuma jadi runner-up dari Messi sebagaimana yang terjadi pada edisi 2009, 2011, dan 2012. Sejak 2008, ketika masih membela Manchester United, baru kali ini lagi Ronaldo mampu merebut penghargaan prestisius tersebut.

Hal itu bukan tak mungkin menjadi salah satu aspek yang membuat Ronaldo tampak amat emosional ketika legenda hidup sepakbola Brasil Pele menyebut namanya sebagai pemenang dalam acara di markas FIFA di Zurich, Selasa (14/1/2014) dinihari WIB.

Setelah mengecup kening sang kekasih Irina Shayk, Ronaldo naik ke panggung bersama putranya, Cristiano Ronaldo Jr. Sempat terlihat kesulitan menahan senyuman khasnya, Ronaldo lantas terlihat berkaca-kaca dan mesti menyeka matanya ketika berkata-kata.

Di 2013, sebagaimana catatan Independent, Ronaldo sebenarnya meraih trofi lebih sedikit dari Messi ataupun finalis lain, Franck Ribery--pemain internasional Prancis yang membukukan treble bersama Bayern Munich dan sempat digadang-gadang sebagai favorit kuat untuk "mengacaukan" rivalitas Messi-Ronaldo.

Saat Ribery berjaya bersama Bayern dan Messi membawa Barca merengkuh gelar La Liga, bersama Madrid Ronaldo "cuma" memenangi gelar pembuka musim, yakni Piala Super Spanyol. Apalagi di tahun 2013 Madrid cuma menjadi runner-up di La Liga dan Copa del Rey.

Terlepas dari potensi kontroversi mengenai kemenangan Ronaldo, atau tidak menangnya Ribery maupun Messi, secara personal pesepakbola 28 tahun itu tetap layak disebut tampil amat sip. Dengan Messi menuai cedera pada bulan November, yang membuatnya absen sampai awal 2014, Ronaldo seperti ingin memanfaatkannya dengan menunjukkan performa gemilang di lapangan, salah satunya dengan menjadi pemain pertama dalam 22 tahun sejarah Liga Champions yang mencetak sembilan gol di fase grup.

Sepanjang tahun kalender 2013, Ronaldo kemudian membukukan 69 gol dari 59 laga resmi level klub dan timnas dan juga membuat jumlah tembakan tepat sasaran lebih banyak dari pemain lain di lima liga top Eropa.

Di level internasional, Ronaldo juga berperan besar dalam membawa Portugal lolos ke Piala Dunia 2014. Berhadapan dengan Swedia dalam fase playoff, kapten Portugal itu memborong empat gol dalam dua leg untuk menyingkirkan Swedia sekaligus membenamkan salah satu pemain terbaik dunia lainnya, Zlatan Ibrahimovic.

Ronaldo pun pada akhirnya menuai 1.365 poin untuk mengungguli Messi (1.205 poin) dan Ribery (1.127 poin) hasil dari voting terhadap 184 pelatih dan kapten tim-tim nasional yang jadi anggota FIFA, dan juga 173 perwakilan media.
(dtc/krs) Sumber: detiksport

0 komentar:

Posting Komentar