Yonas Ohe 'Si Jago Salto' Tutup Usia


ist.Berita Bola Sidoarjo - Kabar duka kembali datang dari sepakbola Indonesia. Mantan pemain Galatama Selection, yang di masa keemasannya sering melakukan aksi akrobat dengan bersalto, Yonas Ohe (64) tutup usia.

Yonas Ohe mengembuskan napasnya yang terakhir pada Jumat (10/1/2014) pagi di Rumah Sakit Sidoarjo. Sudah beberapa tahun terakhir dia digerogoti sakit liver dan ginjal, yang membuat kondisi fisiknya terus menurun.

Menurut istrinya, Lidya Ohe, Yonas meninggal saat menjalani perawatan yang dilakukan sejak Selasa lalu (7/1/2014). Meski sudah sakit parah, selama ini Yonas tidak mendapat penanganan intensif. Karena masalah biaya dia hanya menjalani lawat jalan.

"Meninggalnya beliau (Yonas Ohe) dinihari tadi di Rumah Sakit Sidoarjo. Karena sakit yang dideritanya, liver dan ginjal," kata Lidya Ohe kepada wartawan, di rumah duka jalan Gajah Magersari, Jumat (10/1/2014).

Yonas menjalani kisah hidup yang serupa dengan banyak mantan atlet lainnya di Indonesia. Terbelit masalah keuangan, pekerjaan terakhirnya adalah menjadi petugas keamanan (satpam) di sebuah perusahaan di Sidoarjo. Sang istri malah sempat menggantikan posisi Yonas saat dia mulai sering sakit.

"Dulu pernah bekerja sebagai satpam di pabrik. Tapi, setelah sering sakit. Kemudian berhenti. Dan saya yang menggantikan untuk bekerja sebagai satpam," terang ibu 3 anak tersebut.

Yonas, seperti diceritakan Lidya, terbilang punya nama di era tahun 78, periode di mana sepakbola Indonesia dianggap berada di salah satu momen terbaiknya. Yonas Ohe saat itu masuk skuad Perkesa 78 dengan posisi sebagai stoper. Dia dikenal sebagai pemain lincah dan tidak mudah putus asa. Padahal postur tubuhnya jauh dari ideal karena cuma punya tinggi 158 cm.

Hal lain yang sangat identik dengan Yonas adalah kemampuannya dalam melakukan tendangan akrobatik salto. "Beliau (Yonas Ohe) cukup dikenal sebagai pemain suka salto," kenang Lidya.

Hal itu dibenarkan oleh Fredy Muli salah satu teman yang juga sesama mantan pemain Perkesa 78.

"Siapa yang tidak kenal Yones Ohe, dengan kepiawian tendang saltonya di Perkesa 78. Semua pasti mengenalnya, baik pemain maupun para pendukungnya," ucap Fredy Muli kepada detikcom, saat ditemui di rumah duka.

Pelatih Sepakbola Persida tersebut juga menceritakan, kalau Yonas Ohe selalu cepat saat membantu serangan. Dia juga punya kepiawiannya dalam menerima bola-bola atas.

"Kalau dapat bola atas selalu melakukan akrobatik, dengan tendangan saltonya," ujar Fredy.

Tidak hanya di Perkesa 78 saja. Permainan akrobatik dalam menerima bola dengan saltonya, juga ditunjukan saat masuk skuad Galatama Selection.

"Kalau disoraki suporter. Dia (Yonas Ohe) justru bersemangat, dengan menunjukan tendangan saltonya. Terutama saat di Galatama Selection bersama Rudy Keltjes," tuntas Fredy.

Jenazah Yonas Ohe akan dimakamkan di tanah kelahirannya, di Sentuni, Papua.
(dtc/din) Sumber: detiksport

0 komentar:

Posting Komentar